Panduan Flexv Manajament System
Panduan mengatur checkpoint attendance di Flexv
Pelajari cara mengaktifkan metode attendance, membuat checkpoint, menampilkan QR code checkpoint, mengatur izin check-in dan check-out, serta mengelola proximity radius di Flexv.
Panduan mengatur checkpoint attendance di Flexv
Menu Attendance Checkpoints digunakan untuk mengatur metode attendance dan checkpoint yang dipakai pada outlet.
Di halaman ini, kamu bisa mengaktifkan metode attendance yang tersedia, membuat checkpoint baru, mengelola QR code checkpoint, serta mengatur izin check-in, check-out, dan proximity radius.
Fungsi utama halaman Checkpoints
Melalui halaman ini, kamu bisa:
- memilih outlet
- melihat metode attendance yang tersedia
- mengaktifkan atau menonaktifkan metode attendance
- membuat checkpoint baru
- mengubah data checkpoint
- menghapus checkpoint
- menampilkan QR code checkpoint
- mencetak QR code
- mengekspor data checkpoint
Metode attendance
Halaman ini biasanya menampilkan beberapa metode attendance yang bisa diaktifkan, misalnya:
- scan QR
- scan QR + face
- user QR
- tap check-in
Metode yang aktif akan dipakai sesuai pengaturan outlet.
Mengaktifkan atau menonaktifkan metode attendance
Kalau metode tersedia pada outlet dan layanan yang aktif mendukungnya, kamu bisa menyalakan atau mematikannya melalui tombol toggle.
Ini berguna saat company ingin menentukan metode attendance mana yang digunakan di outlet tertentu.
Metode yang terkunci
Dalam beberapa kondisi, ada metode attendance yang tidak bisa digunakan karena belum termasuk dalam layanan yang aktif.
Kalau metode terlihat terkunci, artinya metode tersebut belum tersedia untuk outlet tersebut.
Checkpoint attendance
Checkpoint adalah titik atau identitas yang dipakai sistem untuk attendance.
Setiap checkpoint biasanya memiliki data seperti:
- nama checkpoint
- QR code
- proximity radius
- izin check-in
- izin check-out
Cara membuat checkpoint baru
- buka menu Attendance Checkpoints
- pilih outlet
- klik Add Checkpoint
- isi nama checkpoint
- isi QR code
- isi proximity radius jika diperlukan
- tentukan apakah checkpoint ini boleh dipakai untuk check-in
- tentukan apakah checkpoint ini boleh dipakai untuk check-out
- simpan data
Nama checkpoint
Gunakan nama yang jelas agar tim mudah mengenali checkpoint tersebut.
Contohnya:
- Front Desk
- Lobby
- Gate 1
- Main Entrance
QR code checkpoint
Setiap checkpoint bisa memiliki QR code yang dipakai untuk proses attendance.
QR code ini bisa:
- ditampilkan pada modal
- dicetak
- digunakan untuk proses check-in sesuai metode yang aktif
Menampilkan dan mencetak QR code
Kalau checkpoint sudah dibuat, kamu biasanya bisa:
- membuka tampilan QR code
- mencetak QR code tersebut
Fitur ini berguna agar QR checkpoint bisa dipasang di lokasi fisik yang sesuai.
Proximity radius
Proximity radius digunakan untuk mengatur jarak tertentu yang relevan dengan checkpoint.
Fitur ini membantu proses attendance yang memerlukan konteks lokasi atau kedekatan titik tertentu.
Gunakan nilai yang sesuai dengan kebutuhan operasional outlet.
Izin check-in dan check-out
Setiap checkpoint bisa diatur apakah:
- boleh dipakai untuk check-in
- boleh dipakai untuk check-out
Dengan begitu, company bisa membuat checkpoint yang berbeda untuk kebutuhan operasional yang berbeda.
Cara mengubah checkpoint
Kalau ada perubahan, kamu bisa mengedit checkpoint yang sudah ada.
Contoh perubahan yang umum:
- mengganti nama checkpoint
- mengganti QR code
- mengubah proximity radius
- mengubah izin check-in
- mengubah izin check-out
Cara menghapus checkpoint
Kalau checkpoint sudah tidak dibutuhkan, kamu bisa menghapusnya.
Sebelum menghapus, pastikan checkpoint yang dipilih memang benar agar QR yang masih dipakai tidak terhapus secara tidak sengaja.
Print dan export checkpoint
Halaman checkpoints juga mendukung:
- Export Excel
Gunakan fitur ini saat kamu butuh:
- dokumentasi checkpoint
- daftar checkpoint outlet
- arsip internal
- distribusi informasi checkpoint ke tim
Kapan memakai halaman Checkpoints?
Gunakan halaman ini saat kamu ingin:
- menyiapkan metode attendance di outlet
- membuat QR checkpoint baru
- memperbarui checkpoint yang sudah ada
- menyesuaikan izin check-in atau check-out
- mencetak QR checkpoint
Tips mengatur checkpoint attendance
- pastikan outlet yang dipilih sudah benar
- gunakan nama checkpoint yang mudah dipahami tim
- cek QR code sebelum dicetak
- pastikan izin check-in dan check-out sesuai kebutuhan
- gunakan proximity radius yang realistis
- cek metode attendance yang aktif sebelum operasional dimulai
Kendala yang sering terjadi
Metode attendance tidak bisa diaktifkan
Kemungkinan metode tersebut belum tersedia pada layanan yang aktif.
Checkpoint gagal disimpan
Periksa apakah nama, QR code, atau data lain yang dibutuhkan sudah terisi.
QR code belum muncul
Pastikan checkpoint sudah tersimpan dengan benar.
Checkpoint tidak bisa dipakai untuk attendance
Periksa apakah izin check-in atau check-out sudah aktif.
Butuh bantuan?
Kalau kamu mengalami kendala saat mengatur checkpoint attendance, siapkan informasi berikut:
- nama outlet
- nama checkpoint
- metode attendance yang digunakan
- pesan error yang muncul
- screenshot halaman jika ada